keuntungan lini produksi bagi ceo adalah
Overproduksiterjadi selama depresi hebat karena orang tidak dapat membeli produk. Hal ini menyebabkan penyihir deflasi menyebabkan pengangguran karena bisnis tidak
BCGadalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, AS. BCG mempekerjakan 1.400 konsultan di seluruh dunia tetapi sedang mengurangi pekerjanya sebanyak 12 persen di tahun 2002. The BCG Growth-Share Matrix adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam
Untukmembuat produk edisi khusus ini menjadi unik, EK memutuskan untuk menyertakan dua buah blok pendingin CPU di dalam paket penjualan. Blok pertama adalah EK Supremacy EVO 10th Anniversary yg dapat digunakan dengan soket mobo LGA-115x dan LGA-2011(-3) dan setiap darinya memiliki nomor produksi yg digoreskan diatasnya.
ShippingPolicy, Cheap Prices, Herbals, Weight Loss. gudang penyimpanan. Misalnya, sebuah lini produk yang lengkap dari produk-produk yang terkait satu sama lain dapat menciptakan sinergi yang meningkatkan produktivitas wiraniaga. Sinergi melalui program promosi bersama dapat melipatgandakan keuntungan dengan biaya yang relatif lebih kecil.
StrukturBauran Produk Terbagi menjadi 4 dimensi yaitu : 1) Widht (Kelerbaran Bauran Produk) : Hal ini mengacu pada berapa banyak lini produk yang ditangani oleh
Rencontre Femme Arabe En France Gratuit. Perusahaan roti Kimbo menghasilkan beberapa roti tawar yang tidak memenuhi standar kualitas produk untuk dijual. Perusahaan ini lantas mengambil langkah inovatif untuk mengolah roti tersebut menjadi produk baru, yaitu roti kering dengan merek yang berbeda. Hal ini dilakukan agar tidak ada biaya produksi yang terbuang sia-sia, dan tidak ada produk yang dibuang dengan percuma. Secara tidak langsung, perusahaan ini sebenarnya telah menerapkan strategi yang disebut lini produk. Apa Itu Lini Produk? Lini produk merupakan strategi pemasaran sebuah perusahaan untuk menjual produk melalui berbagai macam tipe, variasi, warna, ukuran, harga, dan kualitas. Perusahaan dapat melebarkan lininya ke bawah, ke atas, ataupun keduanya. Berikut ini penjelasannya 1. Pelebaran lini ke bawah Perusahaan yang biasanya menawarkan produk berharga mahal, melebarkan lininya ke bawah dengan menawarkan produk berharga lebih murah. Kapan strategi bisa Anda lakukan? Anda dapat melebarkan lini ke bawah ketika adanya perlambatan pertumbuhan penjualan pada segmen atas. Anda bisa masuk untuk mengisi kekosongan penawaran di pasar. Kalau tidak diambil, segmen itu akan direbut oleh pesaing. 2. Pelebaran lini ke atas Perusahaan-perusahaan yang awalnya menawarkan produk untuk segmen bawah, masuk ke segmen atas. Hal ini biasanya dilakukan saat perusahaan tertarik dengan tingkat pertumbuhan dan keuntungan yang lebih tinggi. Selain itu, karena adanya kesempatan untuk mempromosikan perusahaan yang mampu melayani semua segmen. 3. Pelebaran lini dua arah Perusahaan yang melayani pasar menengah memperlebar lininya ke dua arah. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan. Segmentasi untuk Lini Produk Salah satu contoh perusahaan yang melakukan pelebaran lini adalah Tbk. Banyak makanan dan minuman yang diproduksi oleh Indofood, seperti mie instan, minyak goreng, susu dan lain sebagainya. Produksi produk-produk tersebut didasarkan oleh segmentasi pasar yang telah dibuat. Misal, produk mie instan Indomie dibuat untuk kalangan menengah ke atas, dan produk sejenis yaitu Supermi dibuat untuk kalangan menengah ke bawah karena harga produk yang lebih murah dan terjangkau. Tetapi, produk Supermi ini bukan produk gagal dari Indofood, melainkan produk yang sudah didesain dari awal memiliki kualitas yang berbeda dengan Indomie. Sehingga, setiap perusahaan yang melakukan pelebaran lini perlu memikirkan merek dagang lain dan menentukan harga jual yang tepat. Kenapa? Ini alasannya Merek merupakan nama, tanda, simbol, desain, atau kombinasinya yang ditujukan untuk mengidentifikasi dan membedakan barang atau layanan dari satu pembeli dengan pembeli yang lain. Merek sangat penting dalam keberhasilan produk. Sebagian orang merasa merek itu lebih penting dibandingkan dengan produk itu sendiri. Misalnya, Anda ingin membeli produk mie instan yaitu Indomie dan Supermi. Walaupun dari perusahaan yang sama yaitu Indofood, konsumen kemungkinan besar akan membeli Indomie. Kenapa? Kembali lagi kepada apa yang sudah dijelaskan bahwa merek memiliki kekuatan. Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan pelebaran lini, hal lain yang perlu dipikirkan adalah penentuan harga. Bagi perusahaan tidak mungkin menghasilkan produk dengan merek dagang berbeda, tetapi menawarkan produk dengan harga yang sama. Hal ini akan mematikan salah satu produk dan membuat kebingungan di konsumen. Pelebaran lini produk dapat diterapkan dalam usaha Anda, hal tersebut dilakukan agar produk Anda dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menggapai semua segmen konsumen. Selamat mencoba!
0% found this document useful 0 votes0 views7 pagesOriginal Titlekisi kisi Soal PKK Kelas XII 2021 SMT 1.docxCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes0 views7 pagesKisi Kisi Soal PKK Kelas XII 2021 SMT 1Original Titlekisi kisi Soal PKK Kelas XII 2021 SMT 1.docxJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Home / Blog / Apa itu CEO? Bagaimana Peran dan Tugasnya dalam Perusahaan? Rizka Maria Merdeka September 25, 2020 Info & Update Chief Executive Officer atau yang sering disebut CEO, merupakan jabatan yang sudah tidak asing lagi di mata karyawan. CEO adalah pemimpin tertinggi pada sebuah perusahaan. Dalam bahasa Indonesia biasa diartikan sebagai Pejabat Eksekutif Tertinggi atau Direktur Utama. Sebagai pemimpin tertinggi di sebuah perusahaan, seorang CEO memiliki tugas yang mencakup cukup luas di perusahaan. Mulai dari menentukan visi strategis perusahaan, mengatur karyawan, melihat pergerakan kompetitor, hingga mengatur budget pengeluaran. CEO dituntut untuk bisa memimpin, mengelola, mengayomi, dan mengoperasikan pada level tinggi untuk keberlangsungan perusahaannya. Peran CEO dalam perusahaan 1. Sebagai Pemimpin Tentunya, menjadi pejabat eksekutif tertinggi akan memimpin seluruh karyawan yang bekerja dibawahnya. CEO perlu memiliki rasa tanggung jawab pada perusahaan yang dikelolanya. Selain itu, CEO biasanya memiliki pandangan visioner untuk terus mempertimbangkan masa depan perusahaan. Kreativitas seorang pemimpin juga dibutuhkan, agar inovasi dan pembaruan produk atau sistem terus dapat berkembang dan dapat bersaing dengan kompetitor. 2. Sebagai Pengelola Selain menjadi pemimpin, CEO memiliki tugas sebagai pengelola. Yaitu untuk mengelola sumber daya manusia yang ada di lingkungan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan karena jika karyawan ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya, maka efektivitas bekerja akan semakin meningkat. Tidak hanya mengelola dalam bidang SDM, CEO juga perlu mengelola pendanaan perusahaan, seperti melihat budget untuk produksi, pemasaran, dan lainnya untuk menunjang kegiatan usaha perusahaan. 3. Sebagai Komunikator CEO bisa menjadi jembatan komunikasi antara karyawan dan jajaran direksi yang ada di dalam perusahaan. Terkadang, dalam rapat umum atau rapat umum pemegang saham, CEO sering kali menjadi pembicara dalam menyampaikan kegiatan perusahaan yang sudah dilakukan dalam satu tahun. Maka, banyak sekali yang berpendapat bahwa CEO adalah wajah perusahaan. 4. Sebagai Eksekutor Eksekutor adalah orang yang akan mengeksekusi sebuah ide atau gagasan. Seorang CEO mampu mengambil berbagai keputusan strategis yang dapat berdampak baik bagi sustainabilitas perusahaan berdasarkan hasil analisis data, baik yang telah menjadi jejak rekam record perusahaan maupun analisis terhadap berbagai lingkungan bisnis. Dalam hal ini, CEO lah yang membuat keputusan strategis untuk melangsungkan aktivitas bisnis perusahaan. Secara umum, CEO harus mampu memperhitungkan setiap detail dampak positif dan negatif serta langkah-langkah eksekusi ide yang tepat untuk perusahaan. Baca juga Bagaimana Cara Membuat Visi Seorang Leader yang Inspiratif? Jadi, terdapat 4 peran penting yang dijalankan oleh CEO di setiap perusahaan. Lalu, apa saja tugas penting dari seorang CEO dalam perusahaan? Simak rinciannya Menciptakan tim kerja yang solid Sebuah tim yang solid, pasti terdapat peran CEO di dalamnya. Dalam hal ini, CEO harus mampu untuk memotivasi dan menjadi jembatan komunikasi antara karyawan dan direksinya. Menjadi wajah perusahaanSeperti yang sudah dipaparkan di atas, bahwa seorang CEO sering kali menjadi wajah perusahaan. Dimana CEO menjadi perwakilan perusahaan dalam melakukan sebuah aktivitas di luar kantor. Dengan keberadaan CEO, publik secara perlahan akan terpengaruh tentang sebuah opini yang disampaikan. Mengatur rincian keuangan perusahaan dengan baikPerencanaan finansial suatu perusahaan harus melalui proses analisis dan evaluasi. Sehingga diharapkan distribusi anggaran belanja suatu proyek menjadi tepat sasaran. Proses tersebut merupakan tanggung jawab sebagai seorang CEO, dengan risiko dan keuntungan perusahaan di masa depan menjadi tanggung jawab seorang Chief Executive Officer. Membangun budaya kerja yang positifBudaya kerja dalam perusahaan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh CEO. CEO juga memberikan dampak besar pada budaya kerja di perusahaan. Perlu diketahui, bahwa budaya kerja yang positif juga memberi dampak pada kinerja setiap karyawannya. Selain itu, CEO perlu mengetahui dan meneliti apa yang sedang terjadi di perusahaan terkait masalah kepegawaian karena akan berpengaruh pada budaya kerja. Jadi, Anda tertarik untuk menjadi seorang CEO? Memang bukan hal yang mudah untuk menjadi pimpinan tertinggi dalam sebuah perusahaan. CEO memegang tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Banyak peran dan tugas penting yang dilakukan dan berdampak besar pada seluruh kinerja perusahaan termasuk karyawan di dalamnya.
Ingin memulai karier di industri FMCG fast-moving consumer goods atau mungkin retail? Jika iya, product line atau lini produk adalah salah satu hal yang harus kamu mulai pahami. Baik sebagai merchandiser, manajer, atau bahkan data analyst, wajib hukumnya untuk mengetahui produk yang dijual. Pasalnya, product knowledge merupakan salah satu hal yang bisa membantu para sales meningkatkan penjualan secara keseluruhan. Ingin tahu lebih lanjut tentang lini produk? Simak artikel ini sampai habis, ya! Apa Itu Product Line? © Merujuk pada Investopedia, pada dasarnya, product line adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian produk serupa yang dinaungi oleh satu brand di perusahaan yang sama. Salah satu brand dengan lini produk yang cukup standar adalah Starbucks, misalnya. Mereka memiliki beberapa product line untuk kopi, teh, dan kudapan. Intinya, product line ini bisa dibilang sama saja seperti pengkategorian warna. Terdapat warna primer merah, kuning, hijau. Di bawahnya, ada banyak warna yang masuk ke kategori turunan’ merah, kuning, hijau, atau bahkan kombinasi ketiganya. Sampai sini sudah paham, kan? Menurut Corporate Finance Institute, produk yang berada dalam product line merupakan produk-produk yang memiliki relasi baik itu dari fungsionalitas, target pasar, atau mungkin juga kisaran harga. Meskipun ada relasi tersebut, bukan berarti produk yang berada di bawah satu product line harus selalu menjadi komplementer terhadap satu sama lain. Mereka bisa saja berdiri sendiri-sendiri, tanpa harus dilengkapi oleh produk lainnya di dalam product line yang sama. Kedalaman Lini Produk © Ketika bicara tentang lini produk, satu hal yang tak boleh dilupakan adalah kedalamannya. Kedalaman yang dimaksud di sini adalah jumlah produk yang ditawarkan di bawah sebuah product line. Pada dasarnya, tidak ada perhitungan khusus untuk mendapatkan product line yang ideal. Sebanyak atau sesedikit apa pun produk yang ada di bawah sebuah lini produk, kesuksesannya tidak hanya tergantung pada jumlah produknya. Memang, lebih banyak produk, pelanggan akan memiliki lebih banyak opsi. Akan tetapi, kalau terlalu banyak, pelanggan juga akan lebih sulit untuk memilihnya. Supaya kamu lebih paham, Glints punya contohnya di bawah ini 1. Product line low depth Jenis lini produk yang pertama adalah kedalaman rendah, dengan jumlah barang yang tidak terlalu banyak. Mungkin, hanya berisikan dua atau tiga produk saja. Katakanlah mereka menjual jus buah-buahan, tetapi hanya dua rasa, yaitu mangga dan nanas. Orang yang menyukai jus sirsak akhirnya tidak menjadi pelanggan brand tersebut, karena pilihannya terlalu terbatas dan tidak mencakup rasa yang ia suka. Alhasil, penjualan menurun karena target pasarnya menjadi terlalu kecil. 2. Product line high depth Brand dengan product line yang cukup dalam biasanya memiliki lima produk atau lebih. Untuk lini produk seperti ini, hal yang wajib dilakukan adalah riset pasar. Masih menggunakan perumpamaan yang sama, yaitu jus, katakanlah terdapat jus mangga, nanas, sirsak, apel, dan kedondong. Memang, orang yang menyukai kedondong jadi bisa memilih dari lini produk tersebut. Hal yang jadi pertanyaan adalah, bagaimana kalau produk tersebut tidak sepopuler yang lainnya? Hasil penjualan tentu saja jadi rendah. Padahal, perusahaan sudah mengalokasikan waktu, tenaga, dan uang yang cukup banyak untuk riset produk. Itu dia penjelasan lengkap seputar apa itu product line beserta beberapa contohnya. Dapat disimpulkan bahwa lini produk adalah istilah yang sesuai dengan judul artikel ini, yaitu payung besar yang menaungi serangkaian produk serupa. Kalau ingin menambah produk di dalam rangkaian product line, ingat untuk melakukan riset mendalam terlebih dahulu, ya. Jangan sampai usaha satu tim jadi sia-sia, hanya karena sebuah produk kurang populer atau justru sebenarnya populer tapi tidak dimasukkan ke dalam rangkaian produkmu. Ingin belajar lebih dalam lagi seputar dunia sales dan rincian di dalamnya? Kamu bisa coba mengikuti Glints ExpertClass, lho. Glints ExpertClass adalah kelas yang akan dibawakan oleh para profesional di bidang sales, dengan pengalaman yang tak perlu diragukan. Jadi, tunggu apa lagi? Cari kelas sales yang ingin diikuti, jangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! Product Line Product Line
Uploaded byrizqi 50% found this document useful 4 votes10K views5 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document50% found this document useful 4 votes10K views5 pagesSoal PKK 12Uploaded byrizqi Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
keuntungan lini produksi bagi ceo adalah