rangkaian remote control untuk lampu

DalamSketch Program Lampu LED Berjalan Menggunakan Arduino UNO ada beberapa cara Sketch Program untuk dapat menyalakan LED nya, berikut ini saya akan paparkan Sketch Program dengan Aktif HIGH. APLIKASI REMOTE CONTROL UNTUK MENGENDALIKAN LAMPU. Ini adalah cara yang agak kompleks untuk membuat lampu rumah otomatis. Lampuled; Cara kerja rangkaian sangat sederhana pada saat sensor remote menerima sinyal infra red, pada pin 1 sensor remote akan timbul tegangan yang kemudian dikuatkan oleh transistor PNP untuk selanjutnya menyalakan lampu led, untuk supply sendiri bisa menggunakan tegangan dari Batterai 9 volt lalu menggunakan IC 7805 atau bagi rekan yang RANGKAIANLAMPU DARURAT DENGAN TRANSISTOR. 3. RANGKAIAN UNTUK MENGETAHUI KEBOCORAN GAS RANGKAIAN REMOTE CONTROL TRANSMITTER. 15. RANGKAIAN PENERIMA REMOTE CONTROL. 16. RANGKAIAN PENGUSIR NYAMUK. 17. RANGKAIAN AIRCRAFT BAND RECEIVER. 18. RANGKAIAN PENERIMA FM SATU TRANSISTOR Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk Infrared (IR) detektor (IR RECEIVER) atau sensor infra merah adalah komponen elektronika yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah (infra red, IR). Dalam simulasi ini cahaya infra red ditangkap dari perangkat remote control untuk selanjutnya di teruskan untuk menyalakan lampu. Skema & Coding : https://s.id/irskema RangkaianSaklar Otomatis Lampu Darurat, Pusat Pengetahuan dan Teknologi, Rangkaian Saklar Otomatis Lampu Darurat kalau gak salah sekitar 100 ribuan, ada remote nya, ada baterainya juga. Balas. Unknown. February 27, 2015 at 2:18 PM. itu mbk Nurany, sudah dijawab sama admin langsung.hehe. Balas. Untuk rangkaian tsb klo misal d pake d Rencontre Femme Arabe En France Gratuit. Inframerah adalah teknologi nirkabel yang banyak digunakan dan mudah diimplementasikan yang memiliki banyak aplikasi berguna. Contoh paling menonjol dalam kehidupan sehari-hari adalah remote control TV. Radiasi inframerah merupakan suatu bentuk cahaya yang mirip dengan cahaya yang kita lihat di sekitar kita. Satu-satunya perbedaan antara cahaya IR dan cahaya tampak adalah frekuensi dan panjang gelombangnya. Frekuensi dan panjang gelombang inframerah berada di luar jangkauan cahaya tampak. Sistem komunikasi inframerah membutuhkan pemancar IR dan penerima IR. Untuk mencegah noise yang mengganggu sinyal IR, teknik modulasi sinyal digunakan. Dalam modulasi sinyal IR, encoder pada remote IR mengubah sinyal biner menjadi sinyal listrik termodulasi. Dalam modulasi sinyal IR, encoder pada remote IR mengubah sinyal biner menjadi sinyal listrik termodulasi. Sinyal listrik ini dikirim ke LED pemancar. Penerima IR kemudian mendemodulasi sinyal lampu IR dan mengubahnya kembali ke biner sebelum meneruskan informasi ke IR Remote Skema RangkaianGambar rangkaian Remote Control InfraredBaca Juga Penyiram Tanaman Otomatis2. Alat / BahanArduino 1 buahBreadboard 1 buahLED dengan warna berbeda 4 buahInfrared Receiver TSOP38238 1 buahResistor 220 1 buahRemote Control Infrared 1 buahGambar Remote yang digunakan3. Sketch Programa. Program Inisialisasi kode/* Program Scan Kode IR dibuat oleh Indobot */ include //Pendeklarasian Library const int RECV_PIN = 7; // Pemilihan Pin OUTPUT dan pendeklarasian variabel IRrecv irrecvRECV_PIN; decode_results results; void setup { //Pengaturan Pin } void loop { //Perulangan Program if { //Pencarian Kode IR HEX; //Penampilan Kode IR } } Jalankan program di atas, kemudian buka terminal serial, lalu tekan masing-masing tombol pada Tombol Remote dan Kode HexadesimalTombolKode HexaCH- 0xFFA25D CH 0xFF629D CH+ 0xFFE21D > 0xFF02FD > 0xFFC23D – 0xFFE01F + 0xFFA857 EQ 0xFF906F 100+ 0xFF9867 200+ 0xFFB04F 0 0XFF6897 1 0xFF30CF 2 0xFF18E7 3 0xFF7A85 4 0xFF10EF 5 0xFF38C7 6 0xFF5AA5 7 0xFF42BD 8 0xFF4AB5 9 0xFF52ADBaca Juga Tombol Cerdas Cermat Arduino Unob. Program kontrol nyala LED/* Program Remote Kontrol IR dibuat oleh Indobot */ include //Pendeklarasian Library const int RECV_PIN = 7; // Pemilihan Pin OUTPUT dan pendeklarasian variabel IRrecv irrecvRECV_PIN; decode_results results; const int redPin = 8; const int bluePin = 9; const int orangePin = 10; const int yellowPin = 11; void setup { //Pengaturan Pin pinModeredPin, OUTPUT; pinModebluePin, OUTPUT; pinModeorangePin, OUTPUT; pinModeyellowPin, OUTPUT; } void loop { //Perulangan Program if { //Pencarian Kode IR /*Kode Perintah Remote*/ switch { case 0xFF30CF //Keypad button "1" digitalWriteredPin, HIGH; delay2000; digitalWriteredPin, LOW; } switch { case 0xFF18E7 //Keypad button "2" digitalWritebluePin, HIGH; delay2000; digitalWritebluePin, LOW; } switch { case 0xFF7A85 //Keypad button "3" digitalWriteorangePin, HIGH; delay2000; digitalWriteorangePin, LOW; } switch { case 0xFF10EF //Keypad button "4" digitalWriteyellowPin, HIGH; delay2000; digitalWriteyellowPin, LOW; } } } Kesimpulan Dalam Project ini, sensor IR menerima pancaran dari remote IR kemudian mendemodulasi sinyal dan mengubahnya kembali ke biner dan diteruskan ke Arduino untuk menjalankan suatu perintah seperti menyalakan LED pada setiap tombol yang telah di program. Rangkaian Elektronika Sederhana Berikut ini akan kami sajikan berbagai jenis rangkaian elektronika remote control , diharapkan kedepannya agar pembaca akan memiliki kemampuan dalam membuat sendiri rangkaian elektronika sederhana ini. 1. Rangkaian Elektronika Remote Control Menggunakan Modul VHF Gambar Rangkaian Daftar Komponen 1. Rangkaian Remote Control Receiver 1 • Dioda D1-D2 1N4148 • Dioda Zener D3 3,3 V • Kapasitor polar C1-C2 10 µF/10V • Transistor T1 BEL 187 • Relai 6V, 100 • Remote Control Receiver VG40R 2. Rangkaian Remote Control Receiver 1 • Dioda D1, D4 1N4148 • Dioda Zener D2 3,3 V • Dioda D3 1N4001 • Resistor R1-R2 1 K • Resistor R3 10 K • Variabel resistor VR1 100 k • Kapasitor Polar C1 10 µF/10V • Kapasitor C2 0,1 µF • IC Timer Ne555 • Transistor T1 BC548 • Relai 6V, 100 • Remote Control Receiver VG40R 3. Rangkaian Control Receiver 3 • Dioda D1, D3-D4 1N4148 • Dioda Zener D2 3,3 V • Resistor R1, R3 10 K • Resistor R2, R5 1 K • Resistor R4 220 K • Kapasitor Polar C1 22 µF/10V • Kapasitor C2 0,1 µF • IC1 Timer Ne555 • IC2 4017 • Transistor T1 BC548 • Transistor T2 BEL187/SL100 • Relai 6V, 100 • Remote Control Receiver VG40R 4. Rangkaian Control Receiver 4 • Remote Control Transmitter VG40T • Switch S1 ON/OFF • Catu Daya 9V Cara Kerja Rangkaian ini berfungsi sebagai sakelar dengan menggunakan VHF module. Rangkaian transmitter menggunakanVG40T, sedangkan rangkaian receiver terdiri dari 3 opsiyang semuanya menggunakan VG40R. Aplikasi rangkaian ini antara lain sebagai berikut. A. Menghidupkan relai untuk sementara receiver 1 B. Menghidupkan relai untuk waktu yang telah ditentukan receiver 2 C. Menyalakan dan menghidupkan relai receiver 3 Pada aplikasi A, relai akan hidup hanya pada saat remote diaktifkan. Rangkaian ini hanya berfungsi seperti halnya switch push button,yaitu rangkaian akan aktif pada saat sakelar ditekan hanya berfungsi sebagai pengendali relai. Aplikasi B menggunakan IC timer NE555 yang berfungsi untuk membangkitkan waktu yang berguna untuk mengaktifkan relai. Waktu aktif bergantung pada nilaiVR1. Pada aplikasi C, rangkaian akan aktif setelah receiver menerima sinyal, dan akan mati setelah receiver menerima sinyal kembali. Sehingga rangkaian ini lebih mirip dengan sakelar ON/OFF. Rangkaian ini menggunakan timer 555 dan IC4017 yang berfungsi sebagai kontrol flipflop. IC 555 diaktifkan dengan tipe monostable multivibrator. Dalam penelitian ini dirancang peralatan untuk mengontrol cahaya lampu yang dilakukan dengan remote berbasiskan system kontrol. Pengendalian ini pada prisipnya mengendalikan daya yang masuk ke lampu LED DC. Lampu LED DC yang bekerja pada tegangan DC dapat dikontrol dengan menggunakan transistor. Proses pengaturan sudut picu dikendalikan dengan mikrokontroler. Sistem ini terdiri dari 3 blok utama yaitu Remote, Mikrokontroler, dan Driver Transistor. Remote digunakan untuk mengkontrol input data yang masuk ke mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler mengolah data masukan dari data remote dan mengatur lampu DC yang terhubung. Pengujian sistem dilakukan dengan cara menekan remote yang mempunyai 4 buah tombol. Tombol A dan C untuk menyalakan lampu 1 dan 2, serta tombol B dan D untuk meredupkan cahaya kedua lampu. Untuk jarak pengontrolan dengan menggunakan remote berfungsi dengan baik pada jarak 0-50 meter tanpa penghalang. Abstract In this research will be design tool to control lamp light that be using remote based on control systwm. This controlling principle is to control the power entered to DC LED lamp. This lamp can be controlled by transistor. The process of controlling trigger angle is controlled by microcontroller. This system is consist of three main block, are remote, microcontroller, and transistor driver. Remote are used to control data input that entered to microcontroller. Then microcontroller processing input data from remote data and controlling DC lamp connected. The system examination have done by pushing the remote that have 4 swithes. Switch A and C to switch on the lamp 1 and 2, then switch A and D to dropping the lamp light both. For distance of controlling by using remote will be well in 0-50 m far away without barrier. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 179 KONTROL CAHAYA LAMPU DENGAN MENGGUNAKAN REMOTE BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 I Gede Suputra Widharma, AAN Made Narottama, Wayan Sudayana Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bali Abstrak Dalam penelitian ini dirancang peralatan untuk mengontrol cahaya lampu yang dilakukan dengan remote berbasiskan system kontrol. Pengendalian ini pada prisipnya mengendalikan daya yang masuk ke lampu LED DC. Lampu LED DC yang bekerja pada tegangan DC dapat dikontrol dengan menggunakan transistor. Proses pengaturan sudut picu dikendalikan dengan mikrokontroler. Sistem ini terdiri dari 3 blok utama yaitu Remote, Mikrokontroler, dan Driver Transistor. Remote digunakan untuk mengkontrol input data yang masuk ke mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler mengolah data masukan dari data remote dan mengatur lampu DC yang terhubung. Pengujian sistem dilakukan dengan cara menekan remote yang mempunyai 4 buah tombol. Tombol A dan C untuk menyalakan lampu 1 dan 2, serta tombol B dan D untuk meredupkan cahaya kedua lampu. Untuk jarak pengontrolan dengan menggunakan remote berfungsi dengan baik pada jarak 0-50 meter tanpa penghalang. Kata Kunci Mikrokontroler, Cahaya Lampu, Remote. CONTROLLING OF THE LAMP LIGHT BY USING REMOTE BASED ON MICROCONTROLLER ATMEGA328 Abstract In this research will be design tool to control lamp light that be using remote based on control systwm. This controlling principle is to control the power entered to DC LED lamp. This lamp can be controlled by transistor. The process of controlling trigger angle is controlled by microcontroller. This system is consist of three main block, are remote, microcontroller, and transistor driver. Remote are used to control data input that entered to microcontroller. Then microcontroller processing input data from remote data and controlling DC lamp connected. The system examination have done by pushing the remote that have 4 swithes. Switch A and C to switch on the lamp 1 and 2, then switch A and D to dropping the lamp light both. For distance of controlling by using remote will be well in 0-50 m far away without barrier. Keywords microcontroller, lamp light, remote 1. Pendahuluan Latar Belakang Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong manusia untuk berusaha mengatasi masalah yang timbul di sekitarnya dan meringankan pekerjaan yang sudah ada. Penggunaan mikrokontroler sangat luas, tidak hanya untuk akuisi data melainkan juga untuk pengendalian di pabrik – pabrik, kebutuhan peralatan kantor, peralatan rumah tangga, automobile, dan sebagainya. Hal ini disebabkan mikrokontroler merupakan sistem mikroprosesor yang didalamnya terdapat CPU, ROM, RAM dan I/O yang terpadu pada satu keping, selain itu komponennya ATMega 328 murah dan mudah didapat di pasaran. Dewasa ini keinginan manusia untuk menjalani hidup yang praktis sangat besar. Dimulai dari hal yang kecil, seperti lampu kamar yang dapat diatur terang redupnya saat ingin tidur di malam hari. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan teknologi di bidang elektronika yang berkembang pesat khususnya mikrokontroler sebagai alat-alat pengendali sudah sangat luas. Pada awalnya terang redupnya lampu masih menggunakan cara konvensial yaiu dengan mnggunakan lampu dimmer. Lampu dimer masih menggunakan resistor sebagai pengatur tengangan, dimana jika semakin besar nilai tahanan resistor maka semakin kecil nilai JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 180 tengangganya dan lampu menjadi redup. Begitu juga sebaliknya,Jika semakin kecil nilai tahanan resistor maka semakin kecil nilai tengangannya dan lampu menjadi terang. Untuk mempermudah dalam pengaturan maka digunakanlah mikrokontroler. Hal ini dikarenakan mkrokontroler memberikan lebih kebanyakan kemudahan-kemudahan dalam pnggunaanya, selain itu mikrokontroler digunakan karena lebih efektif dalam penggunaanya dan dapat diprogram ulang sesuai keinginan. selain menggunakan mikrokontroler digunakan juga remote sebagai alat kontrolnya. Remote control biasanya digunakan untuk mengntrol kerja sebuah alat dengan cara mentranmisikam data control yang di kirim ke pesawat penerima, tetapi pada proyek akhir ini penulis aka mengkombinasikan remote dengan mikrokontroler dan Transistor maka timbul ide untuk membuat tugas akhir dengan judul Kontrol Cahaya Lampu Dengan Menggunakan Remote Berbasis Mikrokontroler Atmega328. diharapkan dengan membuat alat ini pengontrolan terang redupnya cahaya lampu dilakukan dengan lebih mudah dan efektif. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah untuk merancang dan membuat alat pengendali lampu dengan mennggunakan remote control yaitu 1. Bagaimanakah merancang dan membuat kontrol cahaya lampu menggunakan remote control berbasis ATMega328? 2. Berapakah besar arus, tengangan saat dilakukan pengaturan step kecerahan lampu? 3. Berapakah jarak maksimal yang dapat dijangkau remote control untuk mengedalikan lampu pada simulasi pengatur intensitas cahaya? 2. Metode Penelitian Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu chip dari sebuah rangkaian elektronika. Pada sebuah rangkaian mikrokontroler, chip ATmega 328P adalah otaknya yang mengatur komponen-komponen yang terhubung dengan chip ATmega tersebut. Gambar 1. Mikrokontroler ATmega 328[11] ATmega 328 ini adalah mikrokontroler 8-bit berbasis AVR-RISC buatan ini memiliki 32 KB memori ISP flash dengan kemampuan baca-tulis read write, 1 KB EEPROM, dan 2 KB SRAM. ATmega328 memiliki banyak fasilitas dan kemewahan seperti memiliki 23 jalur general purpose I/O input/output, 32 buah register, 3 buah timer/counter dengan mode perbandingan, interupt internal dan external, serial programmable USART, 2-wire interface serial, serial port SPI, 6 buah channel 10-bit A/D converter, programmable watchdog timer dengan oscilator internal, dan lima power saving mode. Chip bekerja pada tegangan antara ~ Output komputasi bisa mencapai 1 MIPS per Mhz. Maximum operating frequency adalah 20 Mhz. Berikut adalah gambar pin dari mikrokontroler ATmega 328P Gambar 2. Pin mikrokontroler ATmega 328[11] Ada beberapa bagian - bagian dari mikrokontroler beserta fungsinya antara lain a. Interrupt Merupakan bagian dari mikrokontroler yang berfungsi untuk melakukan interupsi sehingga ketika program sedang berjalan, JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 181 program utama tersebut dapat diinterrupt dan menjalankan program interrupt terlebih dahulu. b. RAM Random Access Memory. RAM digunakan untuk penyimpanan variabel. Memori ini bersifat volatile yang berarti akan kehilangan semua datanya jika tidak mendapatkan catu daya. c. ROM Read Only Memory ROM disebut juga kode memori karena berfungsi untuk tempat penyimpanan program yang akan diberikan oleh userprogram yang di upload ke mikrokontroler d. Register Register merupakan tempat penyimpanan nilai-nilai yang akan digunakan dalam proses yang telah disediakan oleh mikrokontroler. e. Input dan Output Pin Pin input adalah bagian yang berfungsi penerima sinyal dari luar, pin ini dapat dihubungkan ke berbagai media input seperti keypaddansensor. Pin output adalah bagian yang berfungsi untuk mengeluarkan sinyal hasil proses dari mikrokontroler. Sistem Minimum ATmega 328 Sistem minimum adalah rangkaian paling sederhana dari mikrokontroler tersebut agar mikrokontroler tersebut dapat bekerja, berikut ini adalah gambar sistem minimum dari mikrokontroler ATmega 328 . Gambar minimum ATmega 328 Modul Radio Modul ini memiliki 4 wireless channel yang bekerja pada frekuensi 315 / 433Mhz menggunakan PT2262 dan PT2272. Modul receiver menggunakan sirkuit LC oscilator yang membentuk sebuah penguat. Sinyal output decode, memiliki bandwidth receive yang lebar, sekitar 10Mhz, namun secara default dengan daya 5V DC. Dapat di lihat pada gambar sebagai berikut Gambar 3. Remote Radio 433 Mhz Tombol remote ada 4pcs, masing-masing berhubungan dengan port D0, D1, D2, D3. Jika salah satu tombol pada remote ditekan , port yang akan bersangkutan akan menghasilkan sinyal high, dapat menjalankan relay. Jika tombol dilepas kembali low. 3. Analisis dan Pembahasan Perancangan Dalam proses pembuatan Kontrol Cahaya Lampu Dengan Menggunakan Remote Berbasis Mikrokontroler Atmega328ini dimulai dari perencanaan blok diagram, perancangan rangkaian, pembuatan layout PCB melakukan pemasangan komponen, penyolderan komponen dan pembuatan program dari sebuah rangkaian yang akan dibuat sehinggga rangkaian dapat bekerja. Perancangan Blok Diagram Alat Perencaanaan blok diagram kontrol cahaya lampu dengan menggunakan remote berbasis mikrokontroler Atmega328 dapat dilihat pada gambar 4 sebagai berikut JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 182 Remote Mikrokontroler ATmega 328 Driver Lampu LampuInput Proses OutputGambar 4. Blok Diagram Perancangan Alat Remote merupakan rangkaian input.. Mikrokontroler Atmega328 merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai pengolah data dan mengontrol keseluruhan dari sistem. Lampu adalah sebagai rangkaian output. Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler Rangkaian mikrokontroler merupakan rangkaian yang berfungsi sebagai pemproses data input dan menghasilkan output. Dalam perancangan rangkaian ini inputdata diperoleh dari sensor dan output data diperoleh dari keluaran mikrokontroler. Gambar 5. Rangkaian Alat Kontrol Cahaya Lampu Dengan Menggunakan Remote Berbasis Mikrokontroler Atmega328 Rangkaian sistem minimum di atas merupakan rangkaian pemroses data yang diterima dari rangkaian remote. Data atau input yang didapat dan diberikan kepada mikrokontroler yang mana sebelumnya telah diisi dengan program. Pada rangkaian sistem minimum ini hanya dibutuhkan rangkaian untuk mengaktifkan internal clock dan rangkaian power on reset. Diperlukan tambahan komponen sebuah crystal dan satu buah kapasitor, nilai kapasitor yang dipakai adalah 100 nF, sedangkan untuk crystal yang digunakan bernilai 16 MHz. Untuk rangkaian reset terdiri dari sebuah kapasitor dengan nilai 10 nF, resistor 10 K, dan sebuah push button untuk reset secara manual. Rangkaian Output Rangkaian output terdiri dari dua buah rangkaian dilihat pada gambar 6 sebagai berikut JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 183 Gambar 6. Rangkaian output transistor Perancangan Perangkat Lunak Perancangan perangkat lunak ini agar alat dapat bekerja diperlukannya sebuah perangkat software yang dapat memberikan sebuah kesatuan dengan hardware StartInisialisasi VariabelTerima Input RemoteJika tekan tombol A Tidak Jika tekan tombol B Tidak Jika tekan tombol C dan X=1Tidak Jika tekan tombol D dan Y=1X = 1Terang 1 = 255Lampu 1 hidup terang 100%StopY = 1Terang 2 = 255Lampu 2 hidup terang 100%Terang 1 = terang 1 - 80 Terang 2 = terang 2 - 80Jika tombol ditekan lagi maka lampu akan matiYa Ya Ya YaTerang 1 = terang 1 - 60 Terang 2 = terang 2 - 60Terang 1 = terang 1 - 40Terang 1 = terang 1 - 20Terang 2 = terang 2 - 40Terang 2 = terang 2 - 20Jika tombol ditekan lagi maka lampu akan matiGambar 7. Flowchart Keadaan pertama kali lampu keadaan mati, selanjutnya mikro akan mengecek inputan tombol, jika tidak ada penekanan maka menuju ke program tapi jika menekan tombol remote akan menuju sub program setting waktu dan jika sudah selesai menyetting akan melanjutkan ke pembacaan remote. Pembacaan modul radio ini, mikrokontrolerakan melakukan pembacaan inputdengan bantuan konstanta – konstanta yang sudah di deklarasikan di awal. Setelah mendapatkan hasil perhitungan kemudian melakukan konversi besaran listrik lainnya dengan menggunakan rumus perhitungan. Setelah itu melanjutkan dengan menuju ke sub program pembacaan waktu untuk mendapatkan data pewaktu yang sesuai dengan real time Software Arduino IDE Arduino merupakan salah satu software yang dapat digunakan untuk membuat sebuah program, untuk kemudian ditanamkan ke dalam jenis mikrokontroler dari keluarga AVR. Basis bahasa dari pemrograman arduino adalah bahasa C++. Dapat dilihat pada gambar 8 sebagai berikut Gambar Arduino IDE JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 184 Gambar 9. Pemilihan Chip Mikrokontroler Pada Arduino IDE Proses uploading program ke dalam mikrokontroler dengan meng-klik tombol “upload” pada toolbar sebelah kiri. Apabila proses uploading berhasil maka ditandai dengan tulisan “done Uploading”. Maka mikrokontroler sudah selesai deprogram. Gambar 10. Proses Compiled Program Pada Software Arduino IDE Pengujian Rangkaian Transitor dan Nyala Lampu Pengujian rangkaian Driver Transistor dilakukan untuk mengetahui tegangan output pada Transistor, karena tegangan pada Output dipengauhi oleh tegangan dan arus dari input base transistor. Transistor akan bekerja dengan program pada mikrokontroler. Sedangkan Pengujian nyala lampu dilakukan untuk mengetahui terang redupnya cahaya lampu tersebut. Tabel 1 Data hasil pengukuran Driver Transistor Lampu 1 No DC mA Berdasarkan hasil pengujian rangkaian driver transistor yang telah dilakukan,maka diperoleh hasil yang mana saat lampu terang 0,6 V akan berkurang saat melewati R1 1 K menjadi 0,05 V DC. Hal ini terjadi disebabkan oleh arus yang diturunkan oleh resistor 1 k. Tabel 2. Data hasil pengukuran Driver Transistor Lampu 2 No AC A Perhitungan Daya untuk Nyala Lampu terang Diketahui V = 17,7 V DC I = 0,0119 A Maka P = V × I = 17,7 ×0,0119 = 0,21063Watt JURNAL LOGIC. VOL. 16. NO. 3. NOPEMBER 2016 185 Tabel 3. Perhitungan Daya Lampu LED DC Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa yang mengakibatkan cahaya lampu menjadi terang dan redup adalah suplai arus dari dari Transistor sesuai dengan program yang telah di upload pada mikrokontroler. Dimana pada keadaan nyala Lampu terang sempurna step 1 transistor akan menghasilkan arus sebesar 0,0119 A dan tegangan sebesar 17,7 V dan menghasilkan daya sebesar 0,21063 W DC. Tabel 4. Pengaruh tombol pada nyala Lampu Hidup dan terang sempurna Hidup dan terang sempurna Analisa Rangkaian Pada saat tombol A untuk lampu 1 di tekan dan tombol C ditekan untuk lampu 2 maka lampu akan menyala terang sempurna. Hal ini disebabkan oleh keluaran mikrokontroler yang mensuplai tegangan dan arus untuk transistor. Trasistor untuk mengurangi dan menambahkan tegangan yang mengalir ke lampu sehingga nyala lampu menjadi bertambah redup. 4. Simpulan Dengan berakhirnya uraian pembahasan dan analisa mengenai kontrol cahaya lampu dengan menggunakan remote berbasis mikrokontroler Atmega328 ini maka dapat simpulkan bahwa 1. Dalam merancang dan membuat control cahaya lampu menggunakan remote control berbasis ATMega328 itu dapat dilakukan dengan cara menggunakan bahasa pemrograman bahasa C untuk digunakan sebagai penerima output dari remote dan mengontrol tengangan pada lampu. 2. Pengukuran pada step 1 besarnya tegangan input transistor yaitu sebesar 0,6 VDC, besaran output transitornya sebesar 17,7 VDC dengan arus sebesar 0,0119. Pengukuran pada step 2 besarnya tegangan input transistor yaitu sebesar 0,58 VDC, besaran output transitornya sebesar 17,2VDC dengan arus sebesar0,0113. Pengukuran pada step 3 besarnya tegangan input transistor yaitu sebesar 0,4 VDC, besaran output transitornya sebesar 16 VDC dengan arus sebesar 0,0098. Pengukuran pada step 4 besarnya tegangan input transistor yaitu sebesar 0,2 VDC, besaran output transitornya sebesar 13,7 VDC dengan arus sebesar0,0078. Pengukuran pada step 5 besarnya tegangan input transistor yaitu sebesar 0,05 VDC, besaran output transitornya sebesar 11,1 VDC dengan arus sebesar 0,0055. 3. Jarak untuk melakukan pengontrolan dengan menggunakan remote, yaitu akan berfungsi baik dengan jarak 0-50 meter tanpa penghalang. Daftar Pustaka [1] AgusPurnama, 2015 Kurva pengisian dan pengosongan kapasitor, diakses tgl 20 mei 2016 [2] Arifudin Zuhri, 2010 . Pengisian dan Pengosongan Kapasitor, diakses tgl 20 mei 2015 [3] AgusPurnama, 2012. Transistor SebagaiSaklar, diakses tgl 24 mei 2016. [4] diakses tgl13 maret 2016 [5] diakses tgl 13 maret 2016 [6] diakses 11 agustus 2016. [7] Kadir. A, 2015, Buku Pintar Pemprograman Arduino, MediaKom, Yogyakarta. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this pengisian dan pengosongan kapasitor, diakses tgl 20 meiAguspurnamaAgusPurnama, 2015 Kurva pengisian dan pengosongan kapasitor, diakses tgl 20 mei 2016Pengisian dan Pengosongan Kapasitor, diakses tgl 20 meiArifudin ZuhriArifudin Zuhri, 2010. Pengisian dan Pengosongan Kapasitor, diakses tgl 20 mei 2015AguspurnamaAgusPurnama, 2012. Transistor SebagaiSaklar, diakses tgl 24 mei 2016.Buku Pintar Pemprograman ArduinoKadirKadir. A, 2015, Buku Pintar Pemprograman Arduino, MediaKom, Yogyakarta. 1 Perancangan Sistem Switching 16 Lampu Secara Nirkabel Menggunakan Remote Control Rumagit, Wuwung, Sompie, Narasiang Jurusan Teknik Elektro-FT, UNSRAT, Manado-95115, Email [email protected] Abstrak - Teknologi nirkabel telah menjadi suatu yang populer saat ini diseluruh dunia. Teknologi ini telah digunakan pada sebagian besar kehidupan sebagai bentuk perkembangan dan kemajuan teknologi. Sesuai dengan keinginan manusia yang selalu ingin melakukan pekerjaan secara cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama dan tenaga. Seperti melakukan pengontrolan terhadap lampu dengan menggunakan saklar, menghidupkan lampu pada rumah ataupun gedung yang menguras waktu karena jarak yang berjauh-jauhan. Sistem pengontrolan dengan menggunakan remote control infrared merupakan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Ada beberapa rangkaian utama untuk pengontrolan lampu rumah ini, diantaranya transmitter remote control yang berfungsi sebagai pengiriman data, receiver sensor TSOP 1738 yang merupakan penerima data yang dikirim oleh transmitter, mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengelolah data yang diterima oleh receiver, LCD untuk menampilkan beban lampu yang telah ON/OFF, dan terdapat toggle switch sebagai kontrol manual. ari hasil pengukuran 1-11 meter, disimpulkan bahwa remote dapat berkerja maksimal pada jarak 6 meter dan tidak terhalang media serta dapat bekerja dengan stabil pada lampu 1-16. Sedangkan pada jarak 7-11 meter, sensor tidak merespon dengan baik untuk beberapa beban lampu dikarenakan adanya noise digital. Kata Kunci Teknologi nirkabel, remote control, receiver, transmitter, mikrokontroler. I. PENDAHULUAN Keberadaan teknologi adalah untuk mempermudah pekerjaan taupun kegiatan kegiatan manusia. Dengan teknologi, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan dalam jangka waktu yang lama ataupun memulai proses yang rumit dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini yang membuat teknologi berkembang dengan sangat pesat. Salah satu cabang teknologi ini adalah dibidang elektronika, contoh menjamurnya perangkat elektronik. Melalui elektronika, dapat direkayasa perangkat yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Kebutuhan akan perangkat elektronika muncul karena manusia menginginkan suatu kemudahan. Teknologi nirkabel telah menjadi suatu yang populer saat ini diseluruh dunia. Teknologi ini telah digunakan pada sebagian besar kehidupan sebagai bentuk perkembangan dan kemajuan teknologi. Saat ini sistem pengendalian pada gedung ataupun ruangan masih menggunakan sistem manual, yaitu dengan cara menekan tombol on/off saklar lampu, sehingga hal ini kurang efisien dalam melakukan pengontrolan lampu listrik tersebut dan mengakibatkan pemborosan biaya karena pemakaian yang berlebihan. Sekarang telah ada peralatan elektronik khususnya lampu listrik yang dapat dikendalikan dengan menggunakan sinar infra merah sebagai media komunikasinya. Disamping itu juga peralatan yang dikendalikan lebih dari satu buah, dan jarak masing-masing peralatan berjauhan karena ruangan yang sangat besar, maka ini tentu saja tidak menghemat waktu dan tenaga manusia, sehingga pencegahan penggunaan peralatan pengendalian lampu dan oleh pihak yang tidak berwenang tidak dapat dilakukan. Berdasarkan masalah yang dikemukakan diatas, penulis ingin merancang sistem pengendalian peralatan listrik menggunakan remote control dalam penggendalian on/off daya listrik berbasis mikrokontroler ATMega8535. Jika menggunakan remote control ini akan membantu kita mempermudah menghidupkan atau mematikan lampudisebuah gedung ataupun ruangan, karena pada remotecontrol ini menggunakan sinar infra merah yang mempunyai jarak tembus yang jauh asal tidak ada yang menghalangi antara pemancar dengan penerima infra merah. II. LANDASAN TEORI A. Infra Merah Infra merah infrared ialah sinar elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya Nampak yaitu diantara 700 nm dan 1 mm. sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan spektroskop cahaya, maka radiasi cahaya infra merah akan Nampak pada spectrum electromagnet dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah akan tidak tampak oleh mata, namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih terasa / dideteksi. Infra merh dapat dibedakan menjadi 3 macam yakni Near infrared – µm Mid infrared – 10 µm Far infrared 10 – 100 µm Contoh aplikasi sederhana untuk far infrared adalah terdapat pada alat-alat kesehatan. Sedangkan untuk mid infrared ada pada alat ini untuk sensor biasa, sedangkan near infrared digunakan untuk pencitraan pandangan malam seperti pada nightscoop. Penggunaan infra merah sebagai media transmisi data mulai diaplikasikan pada berbagai peralatan seperti TV, handphone, sampai pada transfer data PC. Media infra merah ini dapat digunakan baik untuk control aplikasi lain maupun transmisi data. Sifat-sifat cahaya infra merah 1. Tidak tampak manusia 2. Tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang 3. Dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas 2 Komunikasi infra merah dilakukan dengan menggunakan diode infra ra merah sebagai pemancar dan modul penerima infra merah sebagai penerimanya. Untuk jarak yang cukup jauh, kurang lebih 3 – 5 meter, pancaran data harus dimodulasikan terlebih dahulu untuk menghindari kerusakan data akibat noise. Bentuk gelombang infra merah ah dapat dilihat pada gambar 1. Untuk transmisi data yang menggunakan media udara sebagai media perantara biasanya menggunakan frekuensi carrier sekitar 30KHz – 40 KHz . infra merah yang dipancarkan melalui udara ini paling efektif jika menggunakan sinyal carrier yang mempunyai frekuensi diatas. Sinyal yang dipancarkan oleh pengirim diterima oleh penerima infra merah dan kemudian di kodekan sebagai sebuah paket biner. Proses modulasi dilakukan dengan mengubah kondisi logika 0 dan 1 menjadi kondisi ada dan tidak ada sinyal carrier infra merah yang berkisar antara 30 KHzKHz 40 KHz. Pada komunikasi data serial, kondisi idle tidak ada transmisi data adalah merupakan logika 0’, sedangkan pada komunikasi infra merah kondisi idle adalah kondisi tidak adanya sinyal carrier. carrier Hal ini ditunjukkan agar tidak terjadi pemborosan daya pada saat tidak terjadi transmisi data. Bentuk modulasi infra merah dapat dilihat pada gambar 2. B. Sensor TSOP1738 Pada alat ini, logika yang di gunakan logika high, setela logika low sesaat dan itulah yang dijadikan sebagai data, sehingga dengan mengatur lebar pulsa high 1, tersebut dengan suatu nilai tertentu dan menjadikan nilai tersebut sebagai datanya, maka pengiriman data dapat dilakukan. IC ini mempunyai karakteristrik yaitu akan mengeluarkan geluarkan logika high1 atau tegangan ± 4,5 volt pada outputnya jika IC ini mendapatkan pancaran sinar infra merah dengan frekuensi antara 38 – 40 Khz, dan IC ini akan mengeluarkan sinya Low 0 atau tegangan ± volt jika pancaran sinar infra merah dengan d frekuensi antara 38 – 40 KHz berhenti, namun logika low tersebut hanya sesaat yaitu sekitar 1200µs. Setelah itu, outputnya kan kembali menjadi high. Sifat inilah yang dimanfaatkan sebagai pengiriman data. Output dari IC ini dihubungkan pada Mikrokontroler, troler, Sehingga setiap kali IC ini mengeluarkan logika low atau high pada outputnya, maka mikrokontroler dapat langsung mendeteksinya. Bentuk fisik dari sensor ini dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 1. Bentuk gelombang Infra merah Gambar 2. Bentuk modulasi Infra merah C. Optocoupler PC817 Optocouler adalah suatu piranti yang terdiri dari dua bagian yaitu transmitter dan receiver, yaitu antara bagian cahaya dengan deteksi sumber cahaya terpisah. Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik, yang berkerja secara otomatis, optocoupler atau optoisolator merupakan komponen penggandeng coupling antara rangkaian input dengan output yang menggunakan media cahaya opto sebagai penghubung. Dengan kata lain, tidak ada bagian yang konduktif antara kedua rangkaian tersebut. Optocoupler terdiri dari 2 bagian,yaitu transmitter pengirim dan receiver penerima. Transmitter Merupakan an bagian yang terhubung dengan rangkaian input atau rangkaian kontrol. Pada bagian ini terdapat sebuah LED infra merah IR LED yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal pada receiver. Pada transmitter dibangun dari sebuah LED infra merah. Jika dibandingkan dengan menggunakan LED biasa, LED infra merah memiliki ketahanan terhadap sinyal tampak. Receiver Merupakan bagian yang terhubung dengan rangkaian output atau rangkaian beban, dan berisi komponen penerima cahaya yang dipancarkan oleh transmitter. Komponen en penerima cahaya ini dapat berupa photodioda ataupun photo trangsistor. Prinsip kerja dari optcoupler atau optoisolator adalah sebagai berikut. Pada saat input bernilai HIGH, maka LED pada optoisilator akan menyala dan transistor pada optoisolator ON sehingga ingga output dihubungkan dengan GROUND dan output tidak menyala. Sebaliknya saat input bernilai LOW,maka LED pada optoisolator tidak menyala dan transistor OFF. Akibatnya output mendeteksi nilai Vcc. Bentuk fisik dapat dilihat pada gambar 4. Gambar 3. Sensor TSOP1738 Gambar 4.. Optocoupler PC817 Gambar 5. Mikrokontroler ATMega8535 3 Gambar 6. Blok Diagram Sistem Gambar 8. Rangkaian Driver lampu Gambar 7. Sistem minimum mikrokontroler ATMega8535 D. Mikrokontroler ATmega8535 ATmega8535 adalah mikrokontroler 8-bit 8 CMOS berdaya-rendah rendah yang berbasis pada arsitektur AVR RISC. Dengan mengeksekusi instruksi dalam satu siklus clock, ATmega8535 mendekati 1 MIPS Juta Instruksi Per Detik per MHz. Mikrokontroler ini terdiri atas 32 port por I/O yang terbagi menjadi empat bagian yaitu, port A, port B, port C dan port D, masing-masing masing terdiri atas 8 pin. Bentuk fisik dari mikrokontroler ini dapat dilihat pada gambar 5. III. PERANCANGAN SISTEM A. Blok Diagram Rangkaian Diagram blok pada gambar 6 menjelaskan sebagai berikut 1. Remote control berfungsi sebagai pengirim data, data ata yang dikirimkan berupa pulsa-pulsa pulsa cahaya dengan modulasi frekuensi. Sinyal yang dikirimkan merupakan data-data biner. 2. Dari data yang dikirim oleh remote, remote sensor membaca dan memproses data-data data biner berupa cahaya infra merah. 3. Mikrokontroler berfungsi untuk memproses masukan dari sensor TSOP1738 dan menghidupkan atau mematikan saklar elektrik dari optocoupler. optocoupler 4. LCD Liquid Crystal Display akan menunjukkan kondisi ON/OFF dari beban lampu 1-16. 1 5. Optocoupler berfungsi sebagai saklar elektrik yang berfungsi untuk memicu relay pada rangkaian driver relay. 6. Driver relay terdiri dari 16 buah relay yang setiap relay berfungsi untuk menyalakan atau menghidupkan beban lampu. Pada rangkaian ini juga terdapat 16 toggle switch yang berfungsi sebagai saklar manual lampu. Gambar 9. Rangkaian tampilan LCD B. Perancangan Sistem Minimum Mikrokontroler ATMega8535 Mikrokontroler ATmega8535 tidak dapat bekerja tanpa beberapa komponen eksternal. Komponen eksternal yang dibutuhkan agar mikrokontroler ATmega8535 dapat bekerja adalah kristal yang bekerja sebagai osilator, dan condensator yang dihubungkan antara kristal dan ground, untuk mencegah osilasi tambahan. Mikrokontroler digunakan untuk memroses data dari sensor penerima TSOP 1738 yang dipancarkan oleh remote control. Kemudian sebagai output adalah tampilan pada LCD. Data dari TSOP 1738 dimasukan dalam port D, untuk LCD dikendalikan dari port C, perintah kendali untuk driver 16 lampu terdapat pada port A dan port B. Perancangan dapat dilihat pada gambar 7. C. Perancangan Rangkaian driver Lampu. Rangkaian ini berfungsi untuk menghidupkan lampu melalui sinyal dari mikrokontroler. Sinyal dari mikrokontroler akan diterima oleh optocoupler untuk kemudian diteruskan kepada transistor yang akan mengaktifkan relay. Optocoupler dapat d diaktifkan secara manual melalui saklar yang menghubungsingkatkan kolektor dan emitor pada internal optocoupler. Terdapat juga LED yang berfungsi sebagai indikator sinyal masukan dari mikrokontroler. Gambar 8. D. Perancangan Tampilan LCD Tampilan LCD telah menjadi bentuk kit dengan 16 pin. Pin-pin pin ini nantinya dihubungkan ke mikrokontroler sebagai monitor dari rangkaian input. Berdasarkan 4 hubungan pin dari LCD ke mikrokontroler dapat diklasifikasikan sifat pin tersebut, dimana pin C4-C7 adalah sebagai data, pin 4-6 adalah kontrol dan pin 1-3 adalah catu daya. Pin15 dan 16 adalah kaki anoda dan katoda dari LED yang menentukan tingkat kecerahan dari LCD. E. Perancangan maket untuk 16 buah beban lampu. Untuk perancangan maket, bahan-bahan yang digunakan berupa triplek dengan ukuran 143x123x1,5 cm, 16 buah fitting, 16 buah lampu pijar serta bahan pendukung lainnya seperti paku dan sekrub yang dirakit dalam papan triplek. Dalam perancangan gambar dibuat 16 ruangan berupa ruangan rumah yang ditampilkan dalam 2D untuk menempatkan 16 titik lampu. Maket ini dibuat sebagai simulasi dalam pegujian alat nanti. Gambar perancangan dapat dilihat pada gambar dibawah ini. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengujian Catu Daya Untuk menguji catu daya, dilakukan 5 kali pengukuran pada 3 tegangan keluaran, yaitu tegangan pada driver relay, LCD dan pada mikrokontroler. Untuk pengukuran tegangan dilakukan pengukuran saat diberikan beban. Tujuan dari pengujian catu daya ini adalah untuk mengetahui apakah tegangan dalam pengujian ini dapat menghasilkan tegangan yang sesuai dengan yang diharapkan, yaitu sebesar 16 V untuk rangkaian driver relay, 5V untuk LCD dan 5V untuk mikrokontroler. Hasil pengujian rangkaian catu daya dapat dilihat pada tabel 1. Dari hasil pengukuran yang dilakukan dapat dilihat bahwa tegangan keluaran rata-rata dihasilkan adalah sebesar 4,99 V, 5,01 V dan 18,32 yang secara teori seharusnya 5 V pada LCD, 5 V pada mikrokontroler dan 16 V driver relay. Selisih nilai ini dapat disebabkan akibat tingkat akurasi alat ukur yang digunakan, dan kurang idealnya nilai tegangan pada rangkaian yang dipengaruhi tahanan dalam alat ukur yang bertindak sebagai beban tambahan yang didalam perhitungan tidak merupakan variabel yang dihitung serta komponen kapasitor yang dapat menambah tegangan keluarannya. Gambar 10. Maket untuk 16 buah beban lampu B. Pengujian jarak antara transmitter Remote control receiver sensor TSOP 1738 secara LOS line of sight atau tanpa ada halangan. Dalam pengujian ini, masing-masing lampu diuji sesuai dengan jarak yang ditentukan, yaitu pada jarak 111 meter dengan menekan tombol 1-16 pada remote control untuk menyalakan dan mematikan lampu. Saat melakukan pengujian, sensor dengan remote control diarakan secara tegak lurus 90o dan tanpa terhalang oleh benda-benda apapun LOS. Hasil dicatat dalam tabel 2. V. KESIMPULAN Setelah melakukan pengujian, dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Pada jarak 1-6 meter, kinerja dari pengiriman data dari remote ke sensor berfungsi secara normal, dimana beban lampu menyala sesuai dengan perintah dari remote. 2. Pada jarak 7-10 meter, kinerja dari pengiriman data dari remote ke sensor tidak sepenuhnya berfungsi secara normal, dimana ada beberapa perintah dari remote yang tidak diterima oleh sensor dan juga ada kesalahan baca sensor terhadap perintah dari remote. TABEL I PENGUJIAN CATU DAYA +5V +5V +16V LCD Mikro-kontroler Driver relay 1 4,98V 5,00V 18,38V 2 5,00V 5,01V 18,37V 3 5,00V 5,00V 18,35V 4 5,01V 5,00V 18,24V Pengujian 5 4,99V 5,01V 18,26V Rata-rata 4,99V 5,01V 18,32V TABEL II PENGUJIAN JARAK ANTARA REMOTE CONTROL DENGAN SENSOR. 5 3. Pada jarak > 11 meter, sensor tidak berfungsi dimana perintah dari remote tidak lagi di terima oleh sensor. DAFTAR PUSTAKA [1] [2] [3] [4] [5] [6] R. Blocher Dasar Elektronika, Andi Yogyakarta 2003. U. Ronald, Perancangan Alat Pendinginan Portable Menggunakan Elemen Peltier, Universitas Sam Ratulangi, Manado, 2012. D. frank, Petruzella, Elektronik Industri, Yogyakarta Andi. S Rangkuti, Mikrokontroler ATMEL AVR, Bandung Informatika. E. Walewangko, Perancangan Dan Perakitan Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Berbasis Mikrokontroler Dengan Notifikasi Hp Universitas Sam Ratulangi, Manado, 2003. A Winoto, Mikrokontroler AVR ATmega8/16/32/8535 dan Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR, Bandung, Informatika, 2010.

rangkaian remote control untuk lampu